Senin, 19 Oktober 2015

Komunikasi

Contoh Kasus : Pada Suatu Organisasi akan membuat satu acara penting mengenai ulang tahun organisasi tersebut, sehingga dibentuk kelompok panitia untuk mengurus acara tersebut agar berjalan dengan lancar. Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak konflik dalam panitia acara tersebut. Mulai dari perbedaan pendapat, saling iri antar anggota, dan akhirnya mereka saling mengerjakan tugasnya masing-masing tanpa ada persetujuan dari anggota panitia lain atau tanpa kesepakatan bahkan ada yang tidak mengerjakan tugasnya sebagai panitia. Dan akhirnya acara sudah semakin dekat tetapi panitia belum bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Teori
Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut. komunikasi adalah sutu proses di dalam upaya membangun saling pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi.

Komunikasi dalam sebuah organisasi
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual undestanding) . Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam pengalaman.

 Unsur-unsur Komunikasi ada 5, yaitu :
1.Komunikator
2.Menyampaikan berita
3.Berita-berita yang disampaikan
4.Komunikasi
5.Tanggapan atau reaksi

Fungsi komunikasi dalam organisasi :
- Proaksi dan regulasi
- Menentukan tujuan organisasi
- Menentukan area permasalahan
- Mengevakuasi performa
- Memberikan komando, instruksi, memimpin, dan mempengaruhi inovasi
- Mendapatkan informasi baru
- Cara mengkomunikasikan susuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan
- Harga diri anggota

            Berdasarkan teori komunikasi sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi, pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi. Sehingga organisasi tidak akan terjadi saling iri atau konflik yang seharusnya bisa di hindari, dan bisa mengkomunkasikan apa yang akan ia kerjakan dalam sebuah organisasi sesuai dengan kesepakatan anggota.

            Kesimpulan dari masalah di atas adalah terjadinya kesalahpahaman antar anggota karena kurangnya komunikasi dalam kelompok. Apapun yang dilakukan oleh anggota kelompok sebaiknya dikomunikasikan sehingga tidak menimbulkan konflik. Dan saling menghargai keputusan yang dibuat antar anggota, sehingga tidak ada yang dirugikan. Ingatlah bahwa dalam suatu kelompok memiliki satu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama untuk kepentingan bersama.

            Saran dari kasus di atas adalah dibentuknya panitia dalam acara tersebut ialah untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota harus mengkomunikasikan apa yang ia kerjakan kepada anggota lain, sehingga tidak terjadi salah paham. Dan jika ada perbedaan pendapat dibicarakanlah secara musyawarah dan saling menghargai pendapat orang lain. Kerjasama antar anggota panitia akan membuahkan hasil yang baik. Dan acara ulang tahun organisasi pun akan berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan bersama.

            Daftar Pustaka :


           





Sabtu, 10 Oktober 2015

Fondasi Perilaku Kelompok

            Contoh kasus : kelompok di dalam universitas yang terdiri dari dosen, karyawan dan para pemimpin, dan mahasiswa dengan berbagai macam fakultas di kampus harus dapat saling bekerjasama untuk mewujudkan tujuan organisasi. Organisasi akan cepat mencapai tujuannya apabila ada keterpaduan antara tujuan kelompok tersebut dengan tujuan organisasi.  Dan kelompok juga harus memiliki komitmen yang sama antar anggotanya. Terjadinya saling serang antara kelompok mahasiswa yang disebabkan perbedaan peranan dan kepribadian yang berbeda latar belakang kelompok menjelaskan bahwa setiap kelompok memliliki latar belakang kelompok yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut memang sudah diatur oleh organisasi agar spesialisasi dalam sebuah kelompok dapat membantu untuk melakukan tugasnya masing-masing dengan efektif dan efisien.

            Definisi Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling tergantung, yang berkumpul bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, kelompok merupakan:
·         Kumpulan dua atau lebih individu
·         Berinteraksi
·         Saling tergantung
·         Mencapai tujuan tertentu

Klasifikasi Kelompok

1.      Kelompok formal
Merupakan kelompok kerja yang didesain oleh struktur organisasi. Jadi kelompok ini terbentuk karena adanya perintah atau campur tangan organisasi.

2.      Kelompok informal
Kelompok yang muncul atas respon terhadap kebutuhan akan kontak sosial. Jadi, kelompok ini muncul secara alamiah atau dalam arti tidak ada perintah atau campur tangan organisasi.

Orang atau individu bergabung dalam kelompok karena beberapa alasan, antara lain:

1.      Kemanan
Beberapa orang akan merasa aman jika mereka berada dalam suatu kelompok.
2.      Status
Beberapa kelompok memberi suatu pemberian status bagi anggotanya.
3.      Self-esteem (penghargaan diri)
Beberapa orang bergabung dalam kelompok karena ingin mendapatkan penghargaan diri yang hanya bisa didapatkan dalam kelompok tersebut.
4.      Afiliasi/proximity (kesamaan)
Kesamaan antar individu juga bisa menyebabkan terbentuknya kelompok. Kelompok seperti ini sama dengan kelompok pertemanan.
5.      Kekuatan
Beberapa orang bergabung dalam kelompok agar dapat memiliki kekuatan lebih.
6.      Pencapaian tujuan
Beberapa orang hanya dapat mencapai tujuan mereka jika bergabung dalam kelompok.

            Kesimpulan dari kasus diatas yaitu perbedaan peranan dan kepribadian yang berbeda latar belakang kelompok menjelaskan bahwa setiap kelompok memliliki latar belakang kelompok yang berbeda-beda dan memiliki tujuan yang berbeda. Berdasarkan teori Pencapaian tujuan. Beberapa orang hanya dapat mencapai tujuan mereka jika bergabung dalam kelompok. Afiliasi/proximity (kesamaan). Kesamaan antar individu juga bisa menyebabkan terbentuknya kelompok. Kelompok seperti ini sama dengan kelompok pertemanan.
           
            Saran dari kasus diatas yaitu walaupun di dalam sebuah universitas memiliki banyak kelompok organisasi dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda bukan berarti perbedaan dijadikan masalah yang akan berdampak keributan atau saling serang antar kelompok. Tetapi perbedaan tersebut harus dijadikan kekuatan untuk mencapai satu tujuan universitas tersebut. Budayakan sifat kekeluargaan dalam setiap kelompok. Perbedaan masalah dapat diselesaikan dengan cara yang baik seperti musyawarah antar kelompok. Saling menghargai antar kelompok dan setiap kelompok harus menjaga nama baik universitas.

            Daftar Pustaka :




Senin, 05 Oktober 2015

Motivasi




Contoh Kasus : Seorang siswi bernama Ani, dia mengalami kesulitan belajar di karenakan dia terpaksa masuk jurusan yang tidak ia minati karena atas kemauan orang tuanya. Dia sebenarnya masuk IPA, tetapi keinginan dia ingin masuk IPS. Ketika ia mencoba untuk pindah jurusan ternyata sama pihak sekolah tidak dibolehkan. Hal ini mengakibatkan penurunan prestasi dan mengakibatkan anak kesulitan belajar, ia menjadi sering tidur di kelas, mainan hp di kelas, penurunan motivasi belajar, suka datang terlambat, suka membolos.

Teori Motivasi

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.

Teori-Teori Motivasi

·         Teori Insentif: Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan.

·         Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi.

·         Teori Hirarki Kebutuhan: Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.

·         Takut Kehilangan vs Kepuasan: Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki.

·         Kejelasan Tujuan: Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan).

Kesimpulan dari kasus di atas yaitu seseorang tidak akan menjalani suatu hal dengan keterpaksaan, tidak akan ada dorongan dari dalam diri seseorang jika ia melakukan hal yang tidak ia senangi. Walaupun orang tua Ani menginginkan Ani masuk IPA tetapi kemampuan dan keinginan Ani masuk IPS dan ternyata sekolah pada akhirnya tidak mengizinkan untuk pindah jurusan, maka yang dijalankan oleh Ani akan berujung dengan sia-sia. Menurut Teori Kejelasan Tujuan, mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan).

Saran dari kasus diatas biarkanlah seseorang menjalani hidup sesuai dengan tujuan dan kemampuan masing-masing pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri. Biarkanlah Ani memilih IPS sesuai dengan keinginannya, orang harusnya memberikan support agar anak termotivasi untuk memberikan yang terbaik untuk orangtua, dan menjalankan sesuatunya dengan hati yang senang.

Daftar Pustaka :





Minggu, 27 September 2015

Kepribadian Dan Nilai

            Kasus : Adam adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan jasa yang selalu menutamakan nilai-nilai keramahan, tanggap dan tepat waktu, maka Adam dituntut untuk memiliki sifat-sifat tersebut. Untungnya Adam lahir dan tumbuh dalam keluarga yang mengutamakan nilai-nilai tersebut, jadi tidak ada halangan bagi Adam untuk menjalankan tugasnya, hanya saja karena ini kali pertama Adam bekerja pada suatu perusahaan, ia masih tidak dapat menahan stabilitas emosinya dengan baik, akibatnya ia tidak tahan terhadap tekanan atau stress dan terus merasa gelisah. Karena emosi negatif yang dimiliki oleh Adam menyebabkan pekerjaannya tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan oleh manajernya.

            Kepribadian dan Nilai Kepribadian. Menurut Gordon Aliport, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam sistem psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri secara unit terhadap lingkungannya. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukan oleh seseorang.

            Faktor- faktor penentu Kepribadian :

·        -  Faktor Keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, tempramen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi, dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dipengaruhi oleh siapa orang tua anda. Yaitu komposisi biologis psikologis dan psikologis bawaan mereka.

·        -  Faktor Lingkungan

Faktor lain yang mempengaruhi cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan dimana kita tumbuh dan dibesarkan, norma dalam keluarga, teman –teman, dan kelompok sosial. Faktor-faktor ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian kita.

            Kesimpulannya, jadi seseorang harus memiliki kepribadian yang diharapkan untuk suatu perusahaan agar orang tersebut dapat berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Kepribadiaan seseorang juga harus dijalankan dengan emosi yang stabil agar tidak mengganggu pekerjaan yang ia kerjakan, kepribadian dan emosi seseorang harus berjalan sesuai dengan tuntutaan perusahaan tempat ia bekerja.Dan faktor dari kepribadian sangat berpengaruh pada kebiasaan seseorang bagaimana berprilaku sehari-hari.

            Saran dari kasus diatas adalah faktor kepribadian seseorang sangat mempengaruhi sikap seseorang di masa yang akan datang dengan kebiasaan-kebiasaan yang ia jalani sehari-hari. Menurut saya yang sangat berpengaruh adalah faktor lingkungan misalnya di dalam keluarga, keluarga tempat utama untuk mengajarkan prilaku yang baik sesuai dengan adat istiadat serta Agama yang dianut oleh setiap masyarakat yang memiliki aturan-aturan tertentu dan dijalani dalam suatu keluarga tersebut. Sehingga sejak kecil harus sudah diajarkan nilai dan norma serta kebiasaan baik yang akan menjadi bekal dimasa depan yang nantinya akan berguna kelak ia sudah besar di lingkungan perusahaan. Dan seseorang harus bisa mengkontrol emosi di dalam subuah pekerjaan, karena jika ia bekerja dengan penuh emosi maka pekerjaan yang dijalankan tidak akan menghasilkan pekerjaan yang baik dan akan merugikan perusahaan.

            Daftar Pustaka :


Senin, 21 September 2015

Karakteristik Biografis Individu

        Contoh kasus : Bp. Ahmad dan Ibu Lady yang bekerja di PT. Pratama Indonesia sama sama bekerja di bagian Keuangan di perusahaan tersebut. Mereka sama sama memiliki kedudukan jabatan yang sama dan keduanya memiliki prestasi yang sangat baik walapun mereka berbeda Gender. Namun, Ibu Lady lebih banyak tidak masuk kerja/ dalam hal kehadiran ibu Lady masih dibawah Bp. Ahmad. Karena Ibu Lady adalah seorang wanita yang memiliki banyak tanggung jawab di luar pekerjaan di bandingkan oleh bp. Ahmad. Jika pagi hari sebelum berangkat kerja ibu Lady mengurus anaknya terlebih dahulu yang ingin berangkat ke sekolah seperti menyiapkan sarapan pagi atau menghadiri rapat di sekolah dan juga mengurus suaminya ketika sedang sakit. Dalam perusahaan pun juga terdapat cuti haid/kelahiran. Hal inilah yang membuat wanita dalam kehadiran lebih sering absen.

       Gender (Jenis Kelamin)
  • Tidak ada beda yang signifikan/bermakna dalam produktifitas kerja antara pria dan wanita.
  • Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja.
  • Hubungan gender – turnover = beberapa studi menjumpai bahwa wanita mempunyai tingkat keluar yang lebih tinggi, dan studi lain menjumpai tidak ada perbedaan antara hubungan keduanya.
  • Hubungan gender – absensi = wanita mempunyai tingkat absensi yang lebih tinggi (lebih sering mangkir). Dengan alasan : wanita memikul tanggung jawab rumah tangga dan keluarga yang lebih besar, juga jangan lupa dengan masalah kewanitaan.


Kesimpulannya hanya sedikit isu yang memancing kesalahpahaman dan pendapat tidak mendasar dibandingkan apakah kinerja wanita sebaik pria. Bukti menunjukan bahwa ada sedikit perbedaan penting antara pria dan wanita yang mempengaruhi kinerja mereka misalnya tidak terdapat perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam hal memecahkan masalah, menganalisa, motivasi, atau kemampuan belajar. Berbagai penelitian Psikologis menunjukan bahwa para wanita lebih bersedia menyesuaikan diri dan pria lebih agresif serta lebih mungkin memiliki pengharapan sukses dibanding wanita, karena peran wanita adalah sebagai pencari nafkah sekunder   

Saran dari masalah di atas adalah bahwa perbedaan Gender bukan alasan untuk dijadikan perdebatan karena pria dan wanita memiliki perannya masing masing. Dan tidak ada yang lebih unggul karena pria dan wanita memiliki prestasi yang sama dalam sebuah perusahaan. Pria memiliki peran sebagai kepala rumah tangga dan memang mencari nafkah adalah tanggung jawab seorang pria sehingga pria lebih agresif pengaharapan kesuksesannya dibandingkan wanita. Sedangkan wanita sebagai pencari nafkah sekuder tugas utama wanita adalah membina rumah tangga, dan keluarga. Wajar bila perusahaan memberikan cuti haid/kelahiran karena jika dipaksakan untuk bekerja pun wanita tidak akan bekerja secara optimal. Sehingga perusahaan memberikan prioritas absensi pada wanita. Dan wanita dapat menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan tetap berkarir dalam perusahaan juga dapat menyalurkan prestasi atau bakatnya untuk perusahaan.

Daftar Pustaka :

Minggu, 13 September 2015

kasus manajer



          Contoh Kasus : Perusahaan Telekominukasi terbesar Kedua di Amerika Serikat, mengakui telah melakukan skandal akuntansi yang menyebabkan perdagangan sahamnya di bursa NASDAQ terhenti. Beberapa minggu kemudian, WorldCom menyatakan diri bangkrut. Perusahaan telah memberi gambaran yang salah tentang kinerja perusahaan dengan cara memalsukan milyaran bisnis rutin sebagai belanja modal, sehingga labanya overstated sebesar $11 milyar pada awal 2002. Perusahaan juga meminjamkan uang lebih dari $400 juta kepada Chief Executive (CEO)-nya waktu, Bernard Ebbers, untuk menutupi kerugian perdagangan pribadinya. Ironisnya meski di dakwa telah melakukan pemalsuan, konspirasi dan laporan keuangan yang salah, mantan CEO WorldCom tersebut mengaku tidak bersalah.

          Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordiasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut ahli riset ilmu manajemen, Henry Mintzberg, mengemukakan bahwa ada  sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer ditempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok. Yang pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban orang lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan , meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

          Perusahaan Telekominukasi terbesar Kedua di Amerika Serikat, mengakui telah melakukan skandal akuntansi yang menyebabkan perdagangan sahamnya di bursa NASDAQ terhenti. Beberapa minggu kemudian, WorldCom menyatakan diri bangkrut.  Meski di dakwa telah melakukan pemalsuan, konspirasi dan laporan keuangan yang salah, mantan CEO WorldCom tersebut mengaku tidak bersalah. Manajer seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordiasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Dan manajer memiliki 10 peran dalam memimpin perusahaan agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan.

          Kesimpulannya, manajer dalam perusahaan tersebut belum melakukan perannya dalam memimpin perusahaan dengan baik dan benar. Karena dalam kasus diatas manajer perusahaan tersebut malah memberi gambaran yang salah tentang kinerja perusahaan dengan cara memalsukan milyaran bisnis rutin sebagai belanja modal. Dan meski di dakwa telah melakukan pemalsuan, mantan CEO WorldCom tersebut mengaku tidak bersalah. Saran dari masalah tersebut adalah sebaiknya manajer menerapkan peranannya di dalam perusahaan. Seperti pemecah masalah, manajer harus memberikan gambaran yang benar agar perusahaan tersebut maju dan berkembang sehingga manajer dapat mencotohkan peranannya kepada karyawannya. Dan mampu memimpin perusahaan dengan mau mengakui kesalahannya karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan. Dan manajer harus mengkontrol apa yang dikerjakan oleh karyawannya sehingga tidak terjadi kesalahan yang dapat merugikan perusahaan.

          Daftar Pustaka :


Minggu, 06 September 2015

Perilaku keorganisasian

Contoh kasus : Ketika Dina sedang mencari mahasiswa baru untuk dijadikan anggota baru dalam salah satu kegiatan ukm paduan suara di kampusnya maka Dina membuat sebuah grup baru dalam dunia maya untuk memudahkan berkomunikasi, akhirnya terjadi hilangnya kontak dan komunikasi dari salah satu anggota grup dari grup tersebut yang berbeda fakultas.

Perilaku organisasi adalah studi yang mempelajari tingkah laku secara individu, kelompok dan tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegatan organisasi dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut. Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi yang mengamati tentang pengaruh perilaku individu, kelompok dan perilaku dalam struktur organisasi dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan guna memperbaiki keefektifan organisasi.

Dina salah satu anggota kelompok organisasi ukm di kampusnya Dina ingin memudahkan anggotanya untuk berkomunikasi kepada setiap anggota lainnya. Perilaku Dina dalam struktur organisasinya dengan maksud untuk mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi dan  keefektifan organisasi yang di jalaninya

Penyelesaian masalah tersebut yaitu ketua dari ukm paduan suara harus mengenal anggotanya terlebih dahulu dan anggota harus mendaftarkan diri mereka agar salah satu dari anggotanya tidak dapat mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas atau hilang begitu saja. Organisasi akan cepat mencapai tujuannya apabila ada keterpaduan antara tujuan kelompok tersebut dengan tujuan organisasi. Keterpaduan dalam kerjasama antara kelompok dalam organisasi tidak mungkin didapatkan apabila tidak ada keterpaduan individu-individu dalam sebuah kelompok. Dan harus ada komitmen yang sama antar anggota kelompok.

 Daftar pustaka :